Sinergi Dengan Perguruan Tinggi, Perhutani Bogor Dukung Implementasi Penguatan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan

Sosial Tanggal: 2026 - 09 - 07 6 views Penulis: Eka
Sinergi Dengan Perguruan Tinggi, Perhutani Bogor Dukung Implementasi Penguatan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor mendukung penguatan dan pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui sinergi bersama Universitas Nusa Bangsa (UNB) di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Kamis (03/09). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan bantuan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang disalurkan melalui UNB kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Makmur.

Bantuan yang diserahkan berupa satu unit hand tractor untuk mendukung pengolahan lahan, papan nama kelembagaan KTH, serta papan nama lokasi demplot agroforestri yang berada di kawasan hutan wilayah BKPH Jasinga Leuwiliang, KPH Bogor. Dukungan sarana tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas kegiatan agroforestri sekaligus kelembagaan masyarakat dalam mengelola usaha berbasis potensi kawasan hutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perhutani (Asper)/Kepala BKPH Jasinga Leuwiliang Handri Harianto beserta jajaran, Kepala Subseksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3L) Ade Soma, Ketua Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Dr. Tun Susdiyanti, S.Hut., M.Pd. beserta tim, perwakilan Pemerintah Desa Pabangbon, Ketua Karang Taruna Desa Pabangbon, serta Ketua KTH Sinar Makmur.

Mewakili Administratur KPH Bogor, Asper/KBKPH Jasinga Leuwiliang Handri Harianto menyampaikan apresiasi kepada UNB atas pendampingan yang dilakukan kepada KTH Sinar Makmur, mulai dari pelatihan hingga penguatan sarana produksi.

“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pengelolaan hutan bersama masyarakat agar berjalan lebih produktif tanpa mengurangi fungsi dan kelestarian kawasan hutan. Melalui penerapan agroforestri, masyarakat dapat mengembangkan potensi lahan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Handri menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, Perhutani, dan masyarakat desa hutan merupakan langkah penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi, Perhutani, dan masyarakat desa hutan di Desa Pabangbon. Perhutani berkomitmen mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang tetap memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Program PDB, Tun Susdiyanti, mengatakan penyerahan hand tractor dan papan nama tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian pelatihan kewirausahaan dan pendampingan agroforestri yang telah dilaksanakan sejak awal program.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan demplot sekaligus memperkuat identitas kelembagaan KTH Sinar Makmur dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan di demplot dan memperkuat kelembagaan KTH. Kami juga merencanakan penyerahan bantuan tahap kedua berupa mesin pengupas dan mesin pemipih kolang-kaling pada akhir September 2026, mengingat kolang-kaling menjadi salah satu potensi hasil hutan bukan kayu yang dikembangkan masyarakat Desa Pabangbon,” jelasnya.

Tun menambahkan, bantuan mesin pengolahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memberikan nilai tambah terhadap produk olahan kolang-kaling yang dihasilkan KTH Sinar Makmur.

“Bantuan mesin pengolahan ini merupakan bagian dari komitmen kami agar hasil pendampingan kewirausahaan dan agroforestri dapat memberikan manfaat nyata bagi mitra. Kami berharap KTH Sinar Makmur bersama Karang Taruna Desa Pabangbon dapat terus mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Perhutani KPH Bogor terus mendorong pengelolaan kawasan hutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga fungsi dan kelestarian hutan.